Almanak Aceh

Ringkasan اختصار

Masyarakat Aceh mengenal dua sistem penanggalan, yaitu kalender Masehi dan kalender Hijriah. Kalender Masehi umumnya digunakan untuk berbagai keperluan formal dan administratif, seperti penyelenggaraan pendidikan, urusan perkantoran, serta kegiatan pemerintahan dan kemasyarakatan. Sementara itu, kalender Hijriah memiliki kedudukan penting dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat Aceh, terutama dalam penentuan waktu pelaksanaan kegiatan keagamaan, adat istiadat, serta peringatan peristiwa-peristiwa bersejarah.

Penggunaan kalender Hijriah dalam kehidupan masyarakat Aceh tidak hanya berfungsi sebagai sistem penanggalan, tetapi juga menjadi bagian dari warisan sejarah dan identitas budaya. Berbagai peristiwa sejarah, perayaan keagamaan, dan tradisi adat tercatat serta diwariskan berdasarkan penanggalan Hijriah. Dalam konteks budaya Aceh, penamaan bulan dalam kalender Hijriah juga berkaitan dengan sistem pengetahuan lokal mengenai waktu, yang dikenal melalui istilah uroe buleun Aceh. Dengan demikian, kalender Hijriah tidak sekadar menjadi pedoman waktu, tetapi juga berperan dalam menjaga kesinambungan tradisi, memori kolektif, dan identitas budaya masyarakat Aceh.

Uroe nyoe · Hari ini  
الأحدAhadالإثنينSeninالثلاثاءSelasaالأربعاءRabuالخميسKamisالجمعةJumatالسبتSabtu

Angka besar menunjukkan penanggalan Hijriah, angka kecil di sudut menunjukkan penanggalan Masehi. Tanggal Hijriah dihitung dengan metode hisab (Umm al-Qura); penetapan awal bulan di Indonesia mengikuti keputusan Kementerian Agama, sehingga dapat berbeda satu hari.

Scroll to Top