Peusijuek Rumoh Baro

Peusijuek dilakukan ketika sebuah rumah baru pertama kali ditempati oleh pemiliknya. Tetua adat atau orang yang dituakan di gampong memimpin prosesi ini, dibantu beberapa perempuan yang menyiapkan bahan. Bahan yang digunakan meliputi air yang dicampur tepung tawar, dedaunan seperti naleung sambo dan on manek manoe, serta beras padi. Tetua memercikkan air campuran itu ke sudut-sudut rumah sambil membaca doa selamat, kemudian menaburkan beras padi sebagai lambang harapan akan rezeki yang berlimpah. Setelah prosesi selesai, tuan rumah menyediakan hidangan bagi para tetangga yang hadir, biasanya berupa nasi gurih dan lauk sederhana. Makna di balik peusijuek rumoh baro adalah permohonan keselamatan bagi penghuni rumah dan pengharapan agar rumah itu menjadi tempat yang membawa keberkahan. Bagi masyarakat gampong, hadirnya tetangga dalam prosesi ini juga menjadi penanda bahwa keluarga baru itu diterima sebagai bagian dari lingkungan. Tradisi ini masih dijalankan di banyak gampong di Pidie, meski di kawasan perkotaan mulai jarang dilakukan secara lengkap.

Get 30% off your first purchase

X
Scroll to Top